Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
“Ada tiga golongan yang Allah tidak sudi melihat kepada mereka pada hari kiamat, yaitu; orang yang duhraka kepada kedua orang tuanya, seorang perempuan waria (yang berperilaku seperti laki-laki), dan Dayuts (bapak dan suami yang membiarkan terjadinya perbuatan mesum dalam rumahnya).”
Sebuah hadits shahih menyebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda:
“Allah melaknat wanita-wanita yang menyerupai (dalam berpakaian dan bersikap) pria, dan juga pria-pria yang menyerupai wanita[i].”
Abu Hurairah r.a. berkata, “Rasulullah saw. bersabda:
“Allah melaknat perempuan yang berpakaian dengan pakaian laki-laki dan laki-laki yang berpakaian dengan pakaian perempuan.” (Hadits Riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud)
Apabila seorang perempuan memakai pakaian yang biasa dipakai oleh orang laki-laki, seperti model baju atau celana panjang, atau lengan yang sempit, maka ia telah menyerupai laki-laki dalam hal pakaian dan dengan demikian ia berhak atas laknat dari Allah dan Rasul-Nya. Jika perempuan itu telah bersuami, sedangkan suaminya itu mendiamkannya atau malah ridla terhadapnya dan tidak melarangnya, maka si suami juga terkena laknat. Sebab salah satu kewajiban suami adalah membimbing istri menuju ketaatan kepada Allah dan melarangnya dari perbuatan maksiat. Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. at-Tahrim : 6)
Maksud ayat di atas ; didiklah, ajarilah, dan perintahkanlah mereka supaya taat kepada Allah, dan laranglah mereka serta berbuat durhaka kepada Allah, demikian pula hal itu wajib bagi dirimu sebagai hak dirimu.
Hal ini sesuai juga dengan sabda Nabi saw.:
“Masing-masing kalian adalah pemimpin dan masing-masing kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka yang dipimpinya. Seorang laki-laki itu pemimpin dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka pada hari kiamat.” (Hadits riwayat Bukhari-Muslim dari Abdullah bin ‘umar)
Dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Ingatlah, kaum lelaki akan binasa dikala mereka mentaati wanita.”
Al-Hasan berkata, “Demi Allah, tidaklah seorang laki-laki tunduk kepada istrinya dalam segala hal yang diinginkannya kecuali Allah ta’ala akan menelungkupkannya di dalam neraka.”
Dalam hadits lain, Nabi saw. bersabda,
“Dua macam calon penghuni neraka yang belum aku lihat (sekarang), yaitu; orang yang mempunyai cambuk seperti ekor sapi, yang dengan cambuk itu ia memukuli orang-orang dan wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga tampak warna kulitnya, yang berlenggak-lenggok dalam berjalan, serta memakai sanggul yang tebal di rambutnya (wig), mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium harumnya surga, padahal harumnya itu terciaum dari jarak sekian sekian!” (Hadits riwayat Muslim)
Nafi’ berkata, “Ketika Ibnu ‘Umar dan Abdullah bin ‘Amru sedang berada di tempat Zubair bin Abdul Muththallib, tiba-tiba datang seorang perempuan menggiring kambing sambil bersandar pada sebuah busur. Kemudian Abdullah bin ‘Umar bertanya, “Kamu ini laki-laki atau perempuan?” Wanita itu menjawab, “Perempuan.” Lalu Ibnu ‘Umar berpaling kepada Ibnu ‘Amru sambil berkata, “Sesungguhnya Allah ta’ala melalui lisan Nabi-Nya, telah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita.”
Di antara perbuatan-perbuatan yang apabila dikerjakan oleh wanita, ia akan mendapat kutukan adalah menampakkan perhiasan emas, mutiara atau yang lainnya dari balik cadar, memakai wewangian atau parfum jika keluar rumah, memakai pakaian-pakaian yang ketat dan merangsang ketika keluar rumah, dan lain-lain. Semua itu termasuk tabarruj yang dibenci oleh Allah, dan Allah membenci orang-orang yang melakukannya di dunia dan di akhirat. Perbuatan-perbuatan yang sudah banyak dilakukan oleh kaum wanita ini, Rasulullah saw. bersabda tentang mereka, “Aku pernah melihat ke neraka, maka kulihat kebanyakan penghhuninya adalah wanita.”
Beliau juga bersabda, “Tidaklah kutinggalkan sesudahku suatu fitnah yang lebih membahayakan kaum lelaki dari pada wanita.”
Semoga Allah menjaga kita dari fitnah tersebut, dan semoga pula Allah memperbaiki keadaan mereka, juga keadaan kita dengan karunia dan kemurahan-Nya.